Kamis, 18 Oktober 2012

KIMIA BAHAN ALAM ( FLAVANOID )


                Tumbuhan atau Tanaman Sarang Semut, mungkin terdengar sedikit asing bagi anda (dan juga saya). lalu apakah itu tumbuhan/tanaman sarang semut yang konon berasal dari Papua dan apa manfaatnya buat kesehatan. Berikut sedikit ulasannya.


                 Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. M. Ahkam Subroto M.App.Sc., seorang peneliti yang setia meneliti tumbuhan sarang semut untuk kesehatan manusia, tumbuhan ajaib ini memiliki kandungan senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Banyak peneliti lain juga telah mendapati adanya kandungan kimia tersebut. Zat-zat tersebut dibutuhkan tanaman ini untuk menjadi bagian dari sistem pertahanan dirinya terhadap serangan dari luar.
Flavonoid adalah jenis senyawa bahan alam yang merupakan bagian dari senyawa fenolik, yang banyak membentuk pigmen tumbuhan. Bagi tubuh manusia, flavonoid adalah zat yang dibutuhkan untuk diet kesehatan. Tubuh membutuhkan flavonoid sebagai antioksidan yang sangat berguna mencegah kanker. Dengan adanya flavonoid di dalam tubuh, banyak struktur sel terlindungi. Bila dipadukan dengan vitamin C, flavonoid bermanfaat untuk meningkatkan kinerja vitamin C, mencegah keropos tulang, berfungsi sebagai antibiotik dan antiinflamasi.
                 Flavonoid juga terbukti dapat mengganggu efektivitas mikroorganisme, sehingga dapat dijadikan sebagai antivirus, seperti virus HIV (penyebab penyakit AIDS) dan herpes. Flavonoid juga dapat mencegah dan mengobati asma, katarak, diabetes, encok (rematik), migren, wasir, dan radang jaringan ikat penyangga akar gigi, serta sebagai pencegah dan mengobati kanker.
Karena itu, tumbuhan sarang semut memiliki kemampuan untuk mengobati berbagai jenis kanker atau tumor, tuberkulosis, serta encok (rematik) karena tumbuhan ini mengandung flavonoid. Selain itu, tumbuhan sarang semut mengandung zat lain, yaitu tanin.
            Tanin biasa dipakai untuk menyamak kulit. Tanin juga bisa berfungsi untuk mengobati diare, menghentikan pendarahan, mengobati wasir dan mimisan. Karena mengandung tanin, tumbuhan sarang semut terbukti dapat mengobati wasir dan mimisan.
                Selain itu, tumbuhan epifit ini juga mengandung antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral lain seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium. Manfaat kalsium bagi tubuh sangat besar, karena kalsium dapat membantu kinerja jantung, denyut saraf, dan membantu proses pembekuan darah. Zat besi bermanfaat untuk membentuk hemoglobin, mengirim oksigen ke semua bagian tubuh dan memicu produksi enzim. Fosfor berguna untuk menyerap kalsium dan memproduksi tenaga.
                Natrium berperan menjaga keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh dan impuls saraf. Kalium adalah zat dibutuhkan untuk membantu ritme kerja jantung, impuls saraf dan keseimbangan asam basa. Keberadaan seng berguna untuk sintesis protein, fungsi seksual, penyimpan insulin, metabolisme karbohidrat dan menyembuhkan luka. Lalu magnesium bermanfaat untuk membuat tulang, hati, dan otot, berfungsi baik.
(dikutip dari http://microsite.lintasjakarta.com)

Sabtu, 13 Oktober 2012

KIMIA ORGANIK 1

ALKOHOL

 Alkohol diartikan etanol atau dikenal dengan spirit of wine. Etanol terbentuk dari fermentasi gula dan memiliki karakteristik tak berwarna, dan mudah menguap. Menurut ilmu kimia, alkohol adalah kumpulan senyawa organik yang memiliki gugus hidroksil yang terikat atom karbon dari alkil atau gugus alkil tersubstitusi, contoh : metanol, etanol, propanol, butanol, isopropil akohool, dsb. Metanol merupakan suku pertama golongan alkohol dan biasanya dibuat dengan mereaksikan karbon monoksida dan hidrogen pada temperatur tinggi. Propanol dan butanol dibuat dengan cara fermentasi selulosa oleh bakteri Clostridium acetobutilicum. Kata alkohol berasal dari bahasa arab dari kata alkuhul yang asalnya merupakan nama bubuk antimon sulfida yang digunakan sebagai antiseptik. Bubuk ini dibuat dengan sublimasi batuan stibnit dalam ruang tertutup. Selain itu ada yang menyatakan alkohol berasal dari kata al-gawl yang berarti setan. Alkohol digunakan sebagai bahan bakar mesin. Produk pembakaran etanol dan metanol lebih bersih dari bensin atau solar. Alkohol digunakan sebagai zat antibeku pada radiator mobil. Alkohol juga digunakan sebagai reagen atau pelarut karena dapat melarutkan zat-zat nonpolar dan toksisitasnya rendah. Etanol sering digunakan sebagai pelarut obat-obatan, parfum, dan essen. Etanol sering digunakan sebagai antiseptik. Alkohol juga digunakan sebagai pengawet spesimen.

1. Struktur

Alkohol tersusun dari unsur C, H, dan O dengan rumus umum R-OH, dimana
R-            : gugus alkil, gugus alkil tak jenuh, gugus alkil tersubstitusi, dan rantai siklik.
-OH        : gugus fungsi alkohol (hidroksil).
Contoh :           H3C-CH2-CH2-CH2-OH

2. Klasifikasi

Jika didasarkan pada jenis atom karbon yang mengikat gugus hidroksil, dikelompokkan :
1. Alkohol primer adalah alkohol yang gugus –OH terikat pada atom karbon primer.
Contoh : CH3-CH2-OH.
2. Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus –OH terikat pada atom karbon sekunder.
Contoh : CH3-CH(OH)-CH3.
3.  Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus –OH terikat pada atom
karbon tersier. Contoh : CH3C(OH)(CH3)CH3.
Jika didasarkan atas jumlah gugus hidroksil (-OH) yang terdapat dalam strukturnya, alkohol dibagi menjadi :
1. Alkohol monohidroksi adalah alkohol yang mempunyai 1 gugus –OH.
Contoh : CH3-CH2-OH.
2. Alkohol dihidroksi adalah alkohol yang mempunyai 2 gugus –OH.
Contoh : CH2(OH)-CH2(OH)
3. Alkohol trihidroksi adalah alkohol yang mempunyai 3 gugus –OH.
Contoh : CH2(OH)-CH(OH)-CH2(OH).
Pembuatan dan kegunaan
Pembuatan alkohol
a. Mereaksikan alkil halida dengan basa
Alkohol dibuat dengan mereaksikan antara alkil halida dengan suatu basa. Selain itu juga diperoleh produk lain, yakni garam halide
b. Reduksi aldehida
Reduksi (hidrogenasi) aldehida akan menghasilkan alkohol primer.
c. Hidrolisis alkil hidrogensulfat
Hidrolisis alkil hidrogensulfat akan menghasilkan alkohol dengan hasil sisa asam sulfat.
d. Hidrolisis ester
Alkohol dibuat dengan hidrolisis ester. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan.
e. Reduksi keton dengan hidrogen
Reduksi suatu keton akan menghasilkan suatu alkohol sekunder.
f. Mereaksikan Alkena dengan asam sulfat kemudian dihidrolisis.
Hidrolisis hasil reaksi antara alkena dengan asam sulfat akan menghasilkan alkohol.


Kegunaan Alkohol dalam Kehidupan
a. Kegunaan
1) Metanol digunakan sebagai pelarut dan sebagai reaktan untuk membuat ester.
2) Metanol juga dapat digunakan sebagai bahan bakar alternative (pengganti minyak bumi).
3) Sebagian besar metanol diubah menjadi formaldehida (metanal) yang merupakan bahan untuk membuat plastik (polimer).
4) Etanol digunakan untuk membunuh kuman.

Sifat fisik dan sifat kimia

Sifat Fisik alkohol

a. Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna dan dapat larut dalam air dengan segala perbandingan.
b. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
c. Makin tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya.
d. Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.
e. Alkohol suku rendah tidak mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut.

Sifat Kimia Alkohol

a. Oksidasi alkohol primer
Oksidasi alkohol primer dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu aldehida dan air.
b. Oksidasi alkohol sekunder
Oksidasi alkohol sekunder dengan menggunakan natrium bikromat dan asam sulfat akan menghasilkan suatu keton dan air.
c. Oksidasi alkohol tersier
Oksidasi alkohol tersier oleh oksigen akan menghasilkan campuran asam karboksilat, keton, karbondiokaida dan air.
d. Reaksi dengan natrium
Alkohol bereaksi dengan logam natrium menghasilkan suatu alkoksida. Hasil samping berupa gas hidrogen.
e. Reaksi dengan asam halida
Alkohol bereaksi dengan asam halida menghasilkan alkil halida dan air.
f. Esterifikasi
Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat menghasilkan ester dan produk samping berupa air. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi  kesetimbangan
Contoh :
g. Dehidrasi alkohol
Dehidrasi alkohol dengan suatu asam sulfat akan menghasilkan alkena dan air.

Kamis, 11 Oktober 2012

Kimia Bahan Alam


Asap Ganja Jauh Lebih Sedikit Beresiko Kanker Daripada Asap Tembakau

ScienceDaily (Oct. 19, 2005) – Asap dari ganja ternyata tidak memiliki resiko karsinogen sebesar asap tembakau. Pada ulasan sebuah artikel yang diterbitkan di Jurnal of Harm reduction, Dr. Melamed dari Universitas Colorado, Colrado Springs, USA, menulis bahwa walaupun asap ganja dan asap tembakau punya komposisi senyawa kimia yang sangat mirip, bukti menunjukkan bahwa efek mereka sangat berbeda dan asap ganja jauh lebih sedikit berefek karsinogen daripada efek dari asap tembakau.
Efek farmakologis dari asap tembakau dan ganja berbeda dalam berbagai hal, sebagian besar karena asap tembakau mengandung nikotin sementara asap ganja mengandung tetrahydrocannabinol (THC). Efek yang memicu kanker ditingkatkan oleh nikotin, sementara efek yang sama ini dikurangi dan dihambat oleh THC.
Asap tembakau dan ganja mengandung senyawa karsinogenik yang sama – dan tergantung pada bagian mana dari tanaman yang dihisap, asap ganja bisa mengandung lebih banyak senyawa ini – namun, dimana nikotin mengaktifkan senyawa karsinogenik ini, THC telah terbukti menghambat mereka pada sel-sel tikus. THC cenderung lebih memiliki efek protektif (melindungi) terhadap senyawa-senyawa karsinogen yang terdapat pada asap terhadap manusia juga, namun asap ganja tetaplah memiliki resiko karsinogen.
Sementara nikotin dan THC dapat bekerja pada jalur seluler yang berhubungan, mereka terikat pada reseptor yang berbeda untuk mengaktifkan jalur ini. Sel-sel pada jalur pernafasan dan paru-paru dilapisi dengan reseptro nikotin, namun tidak tampak memiliki reseptor THC. Ini menjelaskan kenapa menghisap asap ganja tidak berhubungan dengan kanker paru-paru, penyebab utama kematian dari merokok tembakau.
Ganja adalah obat-obatan dengan kategori kelas C di Amerika Serikat. Ganja telah dihubung-hubungkan dengan peningkatan resiko psikosis dan schizophrenia, pada sekelompok kecil dari individu yang memang rentan terhadapnya. Namun terdapat bukti-bukti yang terus bertambah bahwa ganja memiliki kegunaan medis yang penting dan bisa meningkatkan kondisi kehidupan dari pasien-pasien yang menderita berbagai macam jenis penyakit, termasuk multiple sclerosis, AIDS, Alzheimer dan Insomnia. Terlepas dari ini, pemerintah telah menunjukkan keengganan untuk melegalisasikan penggunaan ganja dalam kedokteran, dengan dasar bahwa resiko yang berkaitan dengan penggunaan ganja masih lebih besar daripada manfaatnya.